MSI GT/GE60, Notebook Gaming MSI GT/GE70 Dengan Desain Lebih Ramping

Selain menghadirkan MSI GT/GE70, MSI juga menghadirkan saudaranya, MSI GT/GE60 di Indonesia. Notebook gaming ini juga akan dilengkapi dengan casing alumunium dan finishing piano, hanya saja desainnya sedikit lebih ramping dari MSI GT/GE70.

MSI GT/GE60 akan hadir dengan layar seluas15.6 inci  dengan resolusi Full HD1080P. Notebook gaming ini akan hadir dengan fitur backlit keyboard yang bisa Anda ubah warnanya, instan overclocking, Audio dari DynAudio, super RAID dan Killer E2200 LAN. Sama seperti saudaranya.

Profil STAIDRA KRANJI

Nama PTAI Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat
Sebutan PTAI S T A I D R A
Alamat Jl. K.H. Musthofa Kranji Paciran
Kabupaten Lamongan
Propinsi Jawa Timur
Telepon 0322 – 663163
Faximili 0322 – 663163
Website http://staidra.ac.id/
Alamat E-mail staidra_kranji@yahoo.co.id
Nama Ketua IMAM AZHAR, M. Pd
Kopertais Wilayah IV Surabaya
Kode pos 62264
Tahun berdiri 1995
Nomor SK pendirian 91 tahun 1995
Lembaga yang mengesahkan Departemen Agama RI
MOTTO ISLAMIC UNIVERSITY PARTICIPATORY MULTY CULTURE
 VISI Berkualitas dalam membangun pencerahan kehidupan berasaskan nilai ke-tauhidan berdasar nilai-nilai universal, perlindungan keseimbangan lingkungan alam dan sosial dengan moral kemanusiaan dalam fungsi kehidupan.
MISI
  1. Mengkaji dan mengembangkan sistem keilmuan melalui proses pendidikan, pembelajaran, penelitian, dan pelatihan/ praktikum di tingkat pendidikan tinggi/ perguruan tinggi.
  2. Membangun kualitas pengkajian, proses pembelajaran, penerapan keilmuan, kompetensi keahlian dan profesi, dan rasional konsepsional (Ilmiah).
  3. Membentuk prilaku berbudaya, berkarya, kreatif, inovatif, mandiri, arif/ bijaksana, dalam pelaksanaan tugas pengamalan ilmu pengetahuan sebagai refleksi aktual amanat ajaran agama.
TUJUAN
  1. Mengkaji, mengembangkan, dan mengaplikasikan keilmuan Islam dan bersifat sosial;
  2. Menghasilkan sarjana dengan keahlian dan kompeten dalam bidang keilmuan, teknologi, dan manajemen;
  3. Menghasilkan sumber daya kompeten/ expert dan profesional dalam perencanaan pendidikan dan kurikulum, penyelenggaraan sistem pendidikan, ahli di bidang analisis mutu pendidikan, dan profesional dalam sistem pembelajaran;
  4. Menghasilkan sumber daya manusia dengan keahlian dan keterampilan profesional dibidang kependidikan dan keguruan;
  5. Membangun sumber daya manusia berbudaya kreatif, dinamis, rasional, dedikatif dan memiliki kemandirian kompetitif;
  6. Mengembangkan sistem manajemen profesional dan terukur, sistem pelaksanaan akademik, pemenuhan infrastruktur, otonomi kelembagaan, dan struktur finansial yang kuat.
JURUSAN/ PROGRAM STUDI
  1. Tarbiyah
Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)
  1. Dakwah
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
KURIKULUM DAN DOSEN Komponen kurikulum STAIDRA terdiri atas 60 % Kurikulum Nasional (Kurnas), 30 % bidang pemantapan akademik dan pengembangan disiplin jurusan dan 10 % kepesantrenan. Dengan gambaran kurikulum demikian, STAIDRA lebih mengutamakan pemanfaatan dosen-dosen yang memiliki wawasan akademik dan kepesantrenan, tenaga dosen sebanyak 33 (S1, 8 orang, S2, 21 orang, S3, 4 orang)
LEMBAGA PENDUKUNG AKADEMIK
  1. Perpustakaan koleksi buku 7.500 eksemplar
  2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPM)
  3. Pusat Studi Lingkungan dan Kebudayaan (PUSLIK)
  4. Participatory Akademy and Consulting Emporement Program
PUBLIKASI
  1. Jurnal Studi Islam Madinah
  2. Majalah Proporsi
  3. Buletin al Muhasabah
PROGRAM PROSPEKTUS
  1. Participatory action research (PAR)
  2. Pemberdayaan pesantren berbasis gender (2004) kerjasama DIKTIS-STAIDRA
  3. Pemberdayaan nelayan tahap I (2005) kerjasama DIKTIS-STAIDRA
  4. Pemberdayaan nelayan tahap II (2006)
  5. Pendampingan KUK Kranji (2007-2008)
  6. Pendampingan KUK menjadi kopersai usaha bersama (2009)

  1. KKN Participatoris : Pendidikan Masyarakat : ( 2006 – sekarang) kerjasama Pemkab Lamongan, Gresik – STAIDRA.
PROGRAM Balai Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( BP2M)
  1. KKN partisipatif
  2. Penguatan kurikulum pesantren responsif gender
  3. Pendampingan ukm kranji
  4. workshop riset kualitatif
  5. Sekolah partisipatory

Manfaat Dzikir Bagi Kesehatan

Secara etimologi, perkataan dzikir berakar pada kata dzakara yang artinya, yang mengingat, memperhatikan, mengenang, mengambil pelajaran, mengenal atau ingatan, atau peringatan, nyanyian-nyanyian peringatan atau lagu-lagu cinta kepada yang kuasa,  dengan mengulang-ulang salah satu namanya atau kalimat keagungannya, metode paling efektif untuk membersihkan hati dan mencapai kehadiran illahi. Sedangkan menurut istilah adalah membasahi lidah atau mengingat akan Tuhan dengan hati dan ucapan-ucapan atau ingatan yang mempesucikan Tuhan selanjutnya dengan pujian-pujian dan sanjungansanjungan dengan sifat-sifat Tuhan yang sempurna, sifat-sifat yang menunjukkan kebesaran dan kemurniannya. Dengan mengulang-ulang fase tunggal, seperti la ilaha illa Allah (tidak ada Tuhan selain Allah) fasefase ini diulang terus-menerus.  Dzikir yang hakiki ialah, sebuah kedaan spiritual di mana seorang yang mengingat Allah (dzikir) memusatkan segenap kekuatan fisik dan spiritualnya kepada Allah. Sehingga dalam tubuh merasakan kekuatan dalam iman kepada Allah, karena kemungkinan keadaan berbagai pengaruh yang datang. Maka tubuh tidak bisa lepas dari was-was yang selalu menghimpit dengan berdzikir di dalam hati akan terasa tenang.
Para sufi melakukan dzikir kepada Allah untuk menghilangkan rintangan jiwa dan membersihkan dari perilaku atau akhlak buruk dan sifat-sifat tidak baik, serta menghiasinya dengan dzikir.33 Kata Dzikir itu adalah berasal dari Al-Qur'an. lebih dari seratus kali, kata dzikir itu terdapat dalam Al-Qur'an. Dalam Al-Qur'an menjelaskan dzikir berarti membangkitkan daya ingat kepada Allah dan dapat menenangkan hati, dengan berdzikir berarti pula ingat akan hukumhukum Allah. "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kaum kerabat, dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran dan permusuhan. Dan memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dzikir" dalam Al-Qur'an (Al-Nahl / 16 : 90).
Menurut Dr. Asep Usman Ismail, dzikir dapat dilakukan dengan dua cara, dengan cara lisan dan kalbu. Dalam dzikir lisan adalah dzikir mengucapkan lafal-lafal, dzikir tertentu, baik dengan suara keras maupun dengan suara yang hanya dapat didengar oleh yang berdzikir itu sendiri. Adapun lafal dalam dzikir lisan disebutkan dalam hadits Nabi sebagai  berikut:
1. Tahmid, yaitu mengucapkan al-hamd lillah (segala puji kepunyaan Allah)
2. Tasbih, yaitu mengucapkan subhanallah (maha suci Allah)
3. Takbir yaitu mengucapkan Allahu Akbar (Allah maha besar)
4. Tahlil, yaitu mengucapkan la ilaha ill Allah (tiada Tuhan selain Allah)
5. Basmallah, (dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
6. Istighfar, yaitu mengucapkan Astaghfirullah (aku memohon ampun kepada Allah)
7. Hawqalah, yaitu mengucapkan La hawla walaa quwata illa billa (tiada daya dan tiada kekuatan kecuali daya dan kekuatan dari Allah)
8. Lafal dzikir berupa ayat-ayat Al-Qur'an baik keseluruhan maupun sebagiannya, satu surat maupun berupa ayat tertentu. Dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, dilakukan dengan memiliki wudhu, dalam melakukan dzikir dilakukan pada tempat dan suasana yang menunjukkan kekhusukan, dan dengan mengosongkan hati dan ingatan dari segala sesuatu selain Allah, serta dzikir itu bisa dijadikan sebagai wirid harian. Cara yang kedua: dengan cara kalbu, adalah dzikir tersembunyi, di dalam hati, tanpa suara dan kata-kata. Dzikir ini hanya memenuhi kalbu dengan kesadaran yang sangat dekat dengan Allah. Seirama dengan detak jantung serta mengikuti keluar masuknya nafas. Dzikir qalb (mengingat Allah dengan hati ketika merenungkan keindahan dana keagungan Allah dalam relung hati). Dalam dzikir kalbu, mempunyai efek-efeknya sendiri yang mencerahkan: dapat menjadi kerinduan kepada Allah, membina kecintaan kepada Allah dalam hati, melahirkan perenungan.
Menurut Dr. Mir Valiuddin dalam posisi berdzikir dengan cara salah satu berikut ini:
1. Dzikir dengan satu dharb (atau ketukan): Sang dzikir mestilah mengucapkan nama maha pengasih Allah dengan kekuatan hati dan tenggorokan dengan cara yang tegas, keras serta memanjangkannya.
2. Dzikir dengan dua dharb: Sang dzikir duduk dalam posisi shalat menghadap kiblat dan mengucapkan Nama Allah, sambil menoleh ke kiri sekali, dan kedua kalinya mengecamkannya pada hati.
3. Dzikir dengan tiga dharb: Sang dzikir mesti duduk bersila, ia mengenakan ketukan ini sekali pada lutut kaki kananya, lalu pada lutut kaki kirinya pada hati.
4. Dzikir dengan empat dharb : Sang dzikir mesti duduk bersila, ia mengenakan ketukan pertama pada lutut kaki kanannya, kemudian pada lulut kaki kirinya, lalu pada hatinya, dan terakhir pada apa yang di depannya.
Banyak sekali perbedaan posisi atau cara berdzikir dilakukan oleh para sufi. Tetapi inti dari berdzikir itu sama menuju kepada Tuhan. Dalam kesehatan, dzikir juga sangat berguna karena dzikir di sini juga bisa sebagai kesehatan pada tubuh baik itu psikis maupun fisik. Kesehatan adalah karunia yang sangat berharga dari Allah yang diberikan kepada manusia. sehinggamanusia dalam kehidupan sehariharinya dapat melakukan kegiatan sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup. Kesehatan manusia tidak hanya berhubungan dengan keadaan fisik saja, tetapi juga berhubungan dengan keadaan psikis, jasmani dan rohani. Manusia merupakan satu kesatuan yang dapat membentuk diri manusia seutuhnya, sehingga kondisi yang satu akan mempengaruhi kondisi yang lain. Dalam ilmu kedokteran yang berkembang saat ini diterangkan bahawa tubuh kita mempunyai kejiwaan (psikis), saraf (neuron), dan psikoneuron endokrinologi, ketiganya terdapat hubungan yang sangat erat.
Di dalam tubuh manusia terdapat syaraf yang mengendalikan hormon, yang tergantung dengan kondisi kejiwaan, apabila kondisi kejiwaan atau psikis kita baik maka syaraf kita akan baik, atau bahkan sebaliknya dan akan berpengaruh pada hormon, yang pada akhirnya tubuh terjangkit penyakit, ketiga aspek itu harus seimbang dan dalam keadaan sehat. Kondisi psikis kita yang sehat dalam jaringan psiko-neuro-endroktin, dapat mengendalikan kekebalan tubuh, kekebalan tubuh meningkat manakala faktor psikis dalam jaringan tersebut semakin meningkat. Pada akhirnya penurunan kekebalan tubuh akan memudahkan penyakit pada fisik kita. Untuk penyeimbangnya agar tubuh tetap sehat, maka kita akan memberi motivasi pada diri kita sendiri untuk selalu menumbuhkan ketenangan, rasa sabar, dan semangat yang tinggi serta kita selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui ajaran-ajaran Islam, yang paling utama adalah melakukan dzikir setiap hari.
Ketika kita membunyikan kalimat La ilaha llallahu baik itu dengan diam mapun dengan suara keras, yang akan berpengaruh pada pribadi kita secara psikis. Dan hati kita pun akan bersih seperti beningnya air. Kalau terus menerus melakukan praktik dzikir, akan menaruh perhatian pada proses berfikir tak ada ujung pangkalnya yang terus berlangsung dengan memusatkan perhatian pada satu titik dan berkonsentrasi, yang akan bergema dalam hati. Hati merupakan wahana kesadaran dan memiliki lapisan-lapisan, bila dilakukan terus-menerus, dzikir akan masuk menembus lapisan-lapisannya hati, dan hati akan menjadi bersih cemerlang, yang akan membawa pada sifat-sifat yang dikehendaki Allah, serta dapat terhindar dari penyakit psikis. Berdzikir juga dapat menyehatkan fisik, ketika melantunkan kalimat La ilaha illallahu, bisa menimbulkan energi panas yang dikeluarkan dari sama Allah, karena itu tubuh akan mengeluarkan sinar aura. Dari sinar aura itulah kotoran atau penyakit pada tubuh kita akan hilang dengan berlahan-lahan, metode berdzikir dapat membantu penyembuhan penyakit fisik dan psikis, pada kehidupan sehari-hari, tubuh perlu dijaga dari problemproblem yang akan membelenggu, sehingga kesehatan fisik dan psikis harus selalu seimbang. Melalui latihan-latihan ajaran tasawuf terutama dengan melakukan dzikir.

sumber :

safruddin amin. Diberdayakan oleh Blogger.